Sebelum Buka Usaha atau PMA, Pahami Dulu Aturan Daftar Negatif Investasi (DNI)
Penulis : Pitra Rinanti
Editor : Adella Rahman
Banyak calon investor, baik lokal maupun asing, langsung fokus pada pendirian PT atau PMA tanpa terlebih dahulu memahami apakah bidang usaha yang dipilih terbuka untuk investasi.
Padahal, tidak semua sektor bisnis bisa dimasuki secara bebas. Ada batasan kepemilikan modal asing, bahkan ada sektor yang sepenuhnya tertutup.
Di sinilah pentingnya memahami Daftar Negatif Investasi (DNI).
PERTANYAAN:
Apa yang dimaksud dengan Daftar Negatif Investasi (DNI) dan apa fungsinya bagi investor?
Bagaimana klasifikasi bidang usaha dalam DNI (terbuka, tertutup, dan terbuka dengan persyaratan)?
Permasalahan yang sering terlewat sebelum mendirikan PMA
Banyak investor tidak mengecek terlebih dahulu apakah bidang usahanya termasuk sektor tertutup atau memiliki batas kepemilikan asing. Akibatnya, proses perizinan terhambat atau bahkan ditolak.
Kesalahan ini sering terjadi karena kurang memahami aturan investasi asing di Indonesia, khususnya yang diatur dalam Peraturan Presiden tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Apa itu Daftar Negatif Investasi (DNI)?
Daftar Negatif Investasi (DNI) adalah daftar yang disusun pemerintah untuk memberikan informasi kepada calon investor mengenai sektor usaha yang:
Tertutup untuk penanaman modal;
Terbuka dengan persyaratan tertentu; atau
Terbuka sepenuhnya.
DNI berfungsi sebagai panduan resmi agar investor mengetahui batas kepemilikan modal asing serta syarat khusus pada sektor tertentu. Dengan adanya DNI, pemerintah berupaya menciptakan kepastian hukum, perlindungan bagi UMKM, serta menjaga sektor strategis nasional.
Secara regulasi, ketentuan mengenai bidang usaha penanaman modal saat ini merujuk pada:
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal
Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021 (Perubahan atas Perpres 10 Tahun 2021)
Klasifikasi Bidang Usaha dalam DNI
Bidang Usaha Terbuka
Bidang usaha terbuka adalah sektor yang dapat dimasuki oleh penanam modal tanpa persyaratan khusus terkait kepemilikan saham. Investor asing dapat memiliki saham sesuai ketentuan umum perundang-undangan. Contohnya sektor pariwisata tertentu, ekonomi kreatif, restoran, dan fasilitas olahraga.
Bidang Usaha Tertutup
Bidang usaha tertutup adalah sektor yang tidak dapat diusahakan sebagai kegiatan penanaman modal oleh pihak swasta, baik asing maupun dalam negeri tertentu. Biasanya sektor ini berkaitan dengan pertahanan, keamanan, atau kepentingan strategis negara.
Contohnya:
Produksi senjata kimia
Industri narkotika
Perjudian atau kasino
Produksi senjata api tertentu
Bidang Usaha Terbuka dengan Persyaratan
Sektor ini dapat dimasuki investor, tetapi dengan syarat tertentu, misalnya:
Batas maksimum kepemilikan modal asing (misalnya 49%, 67%, atau persentase lain)
Kewajiban bermitra dengan UMKM atau koperasi
Lokasi tertentu
Perizinan khusus
Contohnya beberapa sektor industri pengolahan, jasa telekomunikasi, industri farmasi, dan sektor energi tertentu.
Fungsi DNI bagi Investor
Memberikan kepastian hukum terkait sektor usaha yang dapat dimasuki.
Menentukan batas kepemilikan modal asing secara jelas.
Melindungi UMKM dari dominasi modal besar atau asing.
Menjaga sektor strategis nasional tetap dalam pengawasan negara.
Tanpa memahami DNI, investor berisiko memilih KBLI yang ternyata tertutup atau melebihi batas kepemilikan asing yang diizinkan.
DNI Terbaru dan Perubahan Kebijakan
Melalui Perpres 10 Tahun 2021 dan perubahannya dalam Perpres 49 Tahun 2021, pemerintah melakukan penyesuaian besar dalam pengaturan bidang usaha penanaman modal. Beberapa sektor dibuka lebih luas untuk mendorong investasi, sementara sektor tertentu tetap dilindungi demi kepentingan nasional dan UMKM.
Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi regulasi pasca disahkannya UU Cipta Kerja yang bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan menarik bagi investor global.
Kelebihan dan Kekurangan DNI
Kelebihan:
Memberikan kejelasan dan transparansi bagi investor.
Melindungi UMKM dan koperasi dari persaingan tidak seimbang.
Menjaga kepentingan strategis nasional.
Kekurangan:
Membatasi ruang gerak investor asing pada sektor tertentu.
Dapat mengurangi minat investasi di sektor yang dibatasi kepemilikan asingnya.
Q&A
Apa yang dimaksud dengan Daftar Negatif Investasi (DNI) dan apa fungsinya bagi investor?
DNI adalah daftar sektor usaha yang disusun pemerintah untuk menunjukkan bidang usaha yang tertutup, terbuka, atau terbuka dengan persyaratan bagi penanaman modal. Fungsinya memberikan kepastian hukum dan informasi batas kepemilikan modal asing kepada investor.
Bagaimana klasifikasi bidang usaha dalam DNI?
Bidang usaha diklasifikasikan menjadi tiga kategori: terbuka (bebas dimasuki investor), tertutup (dilarang untuk penanaman modal), dan terbuka dengan persyaratan (dibatasi kepemilikan asing atau mensyaratkan kemitraan/izin khusus).
Jika Anda berencana mendirikan PT PMA atau ingin memastikan batas kepemilikan modal asing sesuai Perpres 10 Tahun 2021, konsultasikan kebutuhan legal investasi Anda sekarang juga di WaktunyaLegal!
REFERENSI
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal
Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal